Berita Samarinda Terkini

Daya Beli Warga Samarinda Menurun, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Omzet Terjun Bebas

lihat foto
Tampilan luar Pasar Pagi Samarinda, Sejumlah pedagang mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli dalam beberapa bulan terakhir. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Tampilan luar Pasar Pagi Samarinda, Sejumlah pedagang mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli dalam beberapa bulan terakhir. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Menanggapi kondisi tersebut, Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengakui penurunan daya beli masyarakat memang sedang terjadi dan berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Menurutnya, keluhan serupa tidak hanya datang dari pedagang Pasar Pagi, tetapi juga disampaikan pedagang di sejumlah pasar lainnya di Kota Samarinda.

“Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap kondisi ini. Dari berbagai laporan yang kami terima, pedagang di beberapa pasar tradisional juga menyampaikan keluhan yang sama. Artinya, penurunan daya beli masyarakat memang sedang dirasakan secara luas,” ujar Marnabas.

Ia menjelaskan, pemerintah sedang memetakan berbagai faktor yang diduga berkontribusi terhadap menurunnya jumlah pengunjung pasar. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem parkir progresif di kawasan pasar yang dinilai dapat memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja.

Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan baru bagi pedagang tradisional. Kemudahan berbelanja melalui platform digital membuat persaingan semakin ketat dan mengubah pola transaksi masyarakat.

“Berbagai faktor sedang kami kaji, termasuk kebijakan parkir dan perubahan pola belanja masyarakat. Saat ini konsumen memiliki banyak pilihan sehingga pasar tradisional perlu beradaptasi dengan perkembangan yang ada,” jelasnya.

Marnabas menegaskan pemerintah tidak ingin persoalan tersebut hanya menjadi bahan keluhan. Karena itu, berbagai upaya pembinaan dan edukasi mulai dilakukan agar pedagang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan kebutuhan konsumen.

“Dalam aktivitas ekonomi diperlukan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Karena itu kami mendorong para pedagang untuk terus berinovasi, baik dalam strategi pemasaran maupun jenis produk yang ditawarkan. Pemerintah juga berupaya memberikan pendampingan agar mereka dapat lebih kompetitif dalam menghadapi perkembangan pasar,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar