BorneoFlash.com, SAMARINDA – Aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Kota Samarinda mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang mengaku kesulitan mempertahankan pendapatan akibat berkurangnya jumlah pembeli.
Suasana yang biasanya ramai kini mulai berubah. Beberapa kios terlihat sepi pengunjung, sementara transaksi jual beli berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya.
Dampaknya, banyak pedagang harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha sehari-hari.
Salah seorang pedagang tas di Pasar Pagi Samarinda mengaku penurunan jumlah pembeli sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika aktivitas perdagangan masih berjalan lebih dinamis.
“Sekarang pembeli sangat sedikit. Dalam sehari belum tentu ada transaksi yang berarti. Pendapatan setiap bulan juga tidak menentu karena jumlah pengunjung terus berkurang,” ujarnya, pada Sabtu (6/6/2026).
Keluhan senada disampaikan pedagang pakaian yang berjualan di lantai atas pasar. Ia mengatakan sepinya transaksi membuat beban usaha semakin berat karena berbagai kewajiban tetap harus dipenuhi meski pemasukan terus menurun.
“Sering kali sampai sore belum ada penjualan. Sementara biaya usaha dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Kondisi seperti ini tentu sangat memberatkan,” katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar