BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah prioritas.
Ia menyampaikan pemerintah segera memulai groundbreaking di tiga lokasi PSEL, sementara 12 lokasi lain tengah diproses oleh Danantara untuk tahap pemilihan mitra dengan target operasional pada 2028.
Zulhas menegaskan percepatan ini mengikuti Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Pemerintah juga menyiapkan sekitar 30 lokasi PSEL yang dikembangkan berdasarkan kawasan perkotaan dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari.
Ia menegaskan PSEL berperan penting dalam transformasi pengelolaan sampah nasional untuk mengurangi beban TPA, menghasilkan energi listrik terbarukan, dan menurunkan emisi karbon.
Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pontianak, Kalimantan Barat, Zulhas menekankan bahwa pengelolaan sampah menjadi bagian dari tiga krisis lingkungan global atau triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.
Ia menyebut pemerintah mencatat Indonesia menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah per tahun, dengan sebagian besar berasal dari kawasan perkotaan. Pemerintah juga masih menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang belum optimal.
Selain PSEL, pemerintah mengembangkan teknologi pengelolaan sampah lain seperti RDF, komposting, TPST, dan pirolisis sesuai kebutuhan daerah.
Zulhas menegaskan pemerintah memperkuat kebijakan pengelolaan sampah nasional dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar