BorneoFlash.com, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan Minyakita telah mencapai 55,37 persen dari target 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah memastikan stok Minyakita aman untuk mendukung program stimulus ekonomi tersebut.
Hingga 5 Juni 2026, bantuan telah diterima oleh 18,4 juta KPM di seluruh Indonesia.
“Realisasi penyaluran bantuan pangan nasional telah mencapai 55,37 persen atau 18,4 juta KPM,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Sabtu.
Total kebutuhan program ini mencapai 664,9 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter Minyakita. Saat ini, masih tersisa penyaluran 296,7 ribu ton beras dan 59,3 ribu kiloliter Minyakita hingga akhir Juni 2026.
Ketut menegaskan program bantuan pangan tidak terdampak rencana penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) Minyakita karena stok di Perum Bulog telah terpenuhi.
“Stok Minyakita untuk bantuan pangan sudah terpenuhi di Bulog,” jelasnya.
Pengadaan Minyakita untuk bantuan pangan juga telah mencapai hampir 99 persen atau 131,4 ribu kiloliter, dengan sisa penyelesaian di Kanwil Bulog Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Setelah program bantuan pangan rampung, Bulog akan menyalurkan Minyakita ke pasar rakyat untuk menjaga stabilitas harga.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp14,074 triliun untuk mendukung program ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pasokan beras dan minyak goreng dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
“Pemerintah memastikan petani sejahtera dengan menjaga produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian,” ujarnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar