Pemkab Kutai Kartanegara

Bupati Aulia Ceritakan Wejangan Pendamping Lee Kuan Yew Soal Fondasi Keberhasilan Negara

lihat foto
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, membagikan pengalaman berharga usai berdialog langsung dengan Profesor Lim Xiong Huan, sosok yang dikenal sebagai pendamping mendiang Lee Kuan Yew dalam membangun fondasi negara Singapura.

Dalam pertemuan tersebut, Aulia menanyakan rahasia di balik keberhasilan Singapura menjadi salah satu negara paling maju di Asia.

“Singapore can be success, Aung, we have the clear vision, we have the consistency, and we give full attention to education, especially to the teacher,” ucapnya menirukan jawaban Prof Lim, pada Selasa (25/11/2025).

Aulia menyebut pesan paling kuat yang ia terima adalah tentang konsistensi dalam pembangunan. Menurutnya, banyak pemimpin yang terlalu fokus ingin menciptakan legacy pribadi sehingga melupakan keberlanjutan program baik dari pendahulu.

“Yang benar adalah konsistensi. Melanjutkan yang baik, memperbaiki yang kurang. Bukan setiap pergantian pemimpin ganti arah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dampak kepemimpinan tidak bisa dinilai secara instan. Pembangunan yang benar baru terlihat hasilnya dalam rentang panjang.

“Keberhasilan itu dilihat 20 tahun ke depan, bukan besok. Termasuk bagi kepala sekolah dan seluruh pemimpin pendidikan,” tuturnya.


Menurut Aulia, salah satu fondasi kemajuan Singapura adalah prioritas terhadap pendidikan, terutama penghormatan tertinggi terhadap profesi guru.

“Kalau kamu ingin mencari orang paling pintar di Singapura, carilah gurunya. Itu pesan Prof Lim kepada saya,” tambahnya.

Meski anggaran Kukar 2026 menurun signifikan dari Rp11,5 triliun menjadi Rp6,3 triliun, Aulia memastikan hak-hak guru tidak akan terpengaruh.

“Satu pun tidak ada yang kami kurangi. Kesejahteraan guru tetap kami jaga,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, tengah melakukan penyesuaian agar take home pay guru tetap terjaga stabil.

“Alhamdulillah, take home pay tertinggi guru di Kukar bisa mencapai Rp19 juta ketika seluruh komponennya terpenuhi,” jelasnya.

Aulia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pembangunan Kukar Idaman Terbaik merupakan kelanjutan dari program sebelumnya.

“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita evaluasi. Tidak ada legacy pribadi, yang ada keberlanjutan untuk Kukar,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar