BorneoFlash.com, KUKAR – Sejumlah kegiatan pembangunan yang melibatkan pihak ketiga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini belum memasuki tahap pelaksanaan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memilih menerapkan langkah kehati-hatian dengan memastikan kondisi pendanaan lebih aman sebelum proyek dijalankan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, transfer dana dari pemerintah pusat yang masuk ke kas daerah hingga saat ini baru mencapai sekitar 23 persen.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum terburu-buru merealisasikan sejumlah program pembangunan.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk menghindari munculnya kewajiban pembayaran di akhir tahun akibat pelaksanaan kegiatan yang tidak didukung ketersediaan anggaran.
"Kita ingin memastikan uangnya masuk dulu baru kegiatan diproses. Kebijakan ini diambil karena kita tidak ingin menyisakan utang di akhir tahun," kata Aulia, pada Rabu (3/6/2026).
Selain faktor pendanaan, Pemkab Kukar juga masih mencermati perkembangan harga material konstruksi yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar