“Kalau kamu ingin mencari orang paling pintar di Singapura, carilah gurunya. Itu pesan Prof Lim kepada saya,” tambahnya.
Meski anggaran Kukar 2026 menurun signifikan dari Rp11,5 triliun menjadi Rp6,3 triliun, Aulia memastikan hak-hak guru tidak akan terpengaruh.
“Satu pun tidak ada yang kami kurangi. Kesejahteraan guru tetap kami jaga,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tengah melakukan penyesuaian agar take home pay guru tetap terjaga stabil.
“Alhamdulillah, take home pay tertinggi guru di Kukar bisa mencapai Rp19 juta ketika seluruh komponennya terpenuhi,” jelasnya.
Aulia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pembangunan Kukar Idaman Terbaik merupakan kelanjutan dari program sebelumnya.
“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita evaluasi. Tidak ada legacy pribadi, yang ada keberlanjutan untuk Kukar,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar