Narasumber acara, dr. Bangkit Putrawan, Sp.A., M.Ked.Klin., menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. Ia mengingatkan pentingnya ASI eksklusif, MPASI bergizi, imunisasi lengkap, dan pola asuh yang tepat.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Puskesmas Sungai Meriam sekaligus Satgas Stunting, drg. Isyana Duli.
“Kegiatan ini memberi manfaat besar bagi orang tua dalam memahami pola asuh yang benar. Dengan dukungan banyak pihak, kita optimis bisa melahirkan generasi yang sehat dan unggul,” ucapnya.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Tarisah, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.
“Terima kasih kepada PHSS yang sudah peduli pada anak-anak kami. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi banyak keluarga,” katanya.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kukar turun menjadi 14,3 persen dari 18,13 persen pada 2023. Penurunan ini sejalan dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta penguatan Satgas Stunting di Kecamatan Anggana. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar