BorneoFlash.com, KUKAR – Harapan baru bagi ratusan balita di Kecamatan Anggana PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bersama Puskesmas Sungai Meriam dan Pemerintah Kecamatan Anggana menggelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Kutai Lama, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (30/7/2025).
Acara bertema “Parenting Efektif Cegah Stunting” ini sekaligus menutup rangkaian program CSR PHSS tahun 2024 yang fokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Kegiatan dihadiri jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, perwakilan tiga posyandu, serta 111 penerima manfaat.
Sebagai bentuk kepedulian, PHSS menyalurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dan Pemberian Makanan Bergizi (PMB) untuk 111 balita di Desa Kutai Lama. Program ini menyasar tiga kategori balita bermasalah gizi: 33 balita gizi kurang, 7 balita dengan berat badan kurang, serta 71 balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan.
Dengan pendampingan kader posyandu dan tenaga kesehatan, hasilnya sangat menggembirakan. Evaluasi Puskesmas Sungai Meriam mencatat, 81,8 persen balita gizi kurang berhasil naik berat badan, 85,7 persen balita kategori berat badan kurang juga meningkat, dan 90,1 persen balita yang sebelumnya stagnan kini mengalami perbaikan berat badan.
Manager PHSS Field, Widhiarto Imam Subarkah, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung masa depan generasi muda.
“Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud nyata kepedulian kami terhadap kesehatan anak-anak. Pencegahan stunting adalah investasi bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Narasumber acara, dr. Bangkit Putrawan, Sp.A., M.Ked.Klin., menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. Ia mengingatkan pentingnya ASI eksklusif, MPASI bergizi, imunisasi lengkap, dan pola asuh yang tepat.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Puskesmas Sungai Meriam sekaligus Satgas Stunting, drg. Isyana Duli.
“Kegiatan ini memberi manfaat besar bagi orang tua dalam memahami pola asuh yang benar. Dengan dukungan banyak pihak, kita optimis bisa melahirkan generasi yang sehat dan unggul,” ucapnya.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Tarisah, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.
“Terima kasih kepada PHSS yang sudah peduli pada anak-anak kami. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi banyak keluarga,” katanya.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kukar turun menjadi 14,3 persen dari 18,13 persen pada 2023. Penurunan ini sejalan dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta penguatan Satgas Stunting di Kecamatan Anggana. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar