BorneoFlash.com, SAMARINDA - Menjelang rencana aksi besar yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Samarinda, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik.
Menurutnya, sejumlah isu yang berkembang menjelang aksi tersebut dinilai tidak sepenuhnya disampaikan secara utuh.
Ia menilai sebagian narasi yang beredar cenderung memanfaatkan potongan informasi yang berisiko membentuk opini publik secara sepihak.
"Narasi semacam itu relatif mudah memengaruhi kepercayaan publik, terlebih jika hanya didasarkan pada potongan video atau informasi yang tidak disertai konteks secara menyeluruh," ujarnya, pada Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pemerintahan tidak dapat dipandang secara sederhana sebagaimana yang digambarkan dalam sejumlah narasi yang beredar. Setiap kebijakan yang diambil, termasuk terkait penggunaan anggaran maupun keputusan strategis, dilakukan melalui tahapan yang telah diatur secara jelas.
Menurut Hasanuddin, seluruh proses pemerintahan berjalan dalam koridor aturan serta berada di bawah pengawasan yang ketat.
"Penyelenggaraan pemerintahan dilaksanakan melalui mekanisme yang terstruktur. Setiap kebijakan memiliki dasar aturan serta sistem pengawasan, sehingga tidak dapat disederhanakan hanya melalui asumsi atau potongan informasi," tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar