BorneoFlash.com, JAKARTA - Wakil Menteri PPN/Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang sistematis, terukur, dan terintegrasi untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Ia menyebut tensi perdagangan dan persaingan antarnegara terus meningkat, sementara teknologi seperti kecerdasan artifisial kini menentukan daya saing.
Febrian menilai forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan semakin krusial di tengah melemahnya rantai pasok global. Karena itu, pemerintah perlu merumuskan arah pembangunan secara matang.
Ia juga mendorong pemerintah meningkatkan produktivitas, memperkuat struktur ekonomi, dan mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor.
Menurutnya, pemerintah harus melakukan lompatan besar melalui perencanaan yang jelas dan langkah yang selaras.
Dalam RKP 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,3 - 7,5 persen untuk mencapai target 8 persen.
Febrian menegaskan Jawa Barat memegang peran strategis karena memiliki jumlah penduduk besar dan kontribusi ekonomi signifikan.
Ia menegaskan pemerintah harus membangun kesiapan melalui perencanaan yang kuat, data yang akurat, dan kolaborasi yang solid. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar