Berita Nasional

Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai dari PAUD, Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum Baru

lihat foto
Arsip - Direktur Jenderal Pendidikan PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menyampaikan paparan dalam acara Forum Bersama Pengawasan SPMB 2025/2026 di Jakarta Pusat pada Rabu (11/6/2025). ANTARA/Hana Kinarina
Arsip - Direktur Jenderal Pendidikan PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menyampaikan paparan dalam acara Forum Bersama Pengawasan SPMB 2025/2026 di Jakarta Pusat pada Rabu (11/6/2025). ANTARA/Hana Kinarina

BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan struktur kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun atau satu tahun pendidikan pra-sekolah.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa kurikulum PAUD mencakup kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler sebagai fondasi pembentukan delapan Dimensi Profil Lulusan.

"Implementasi kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler di PAUD menjadi dasar pembentukan 8 Dimensi Profil Lulusan yang saat ini menjadi arah kebijakan nasional," ujar Gogot di Jakarta, Selasa.

Melalui kegiatan intrakurikuler, Kemendikdasmen mengembangkan kemampuan dasar anak, mulai dari nilai agama dan budi pekerti, jati diri, literasi, matematika, sains, teknologi, hingga seni.

Kemendikdasmen juga menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) agar anak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna serta mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung proses tersebut, satuan PAUD dapat memanfaatkan lingkungan sekitar, buku bacaan anak, dan teknologi ramah anak sebagai sumber belajar.

"Langkah ini bertujuan membangun fondasi yang kuat bagi kesiapan sekolah dan keberhasilan anak pada jenjang pendidikan berikutnya," kata Gogot.

Khusus di Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), Kemendikdasmen memfokuskan pembelajaran pada aktivitas bermain yang bermakna untuk mendorong eksplorasi, memperkuat karakter, dan mengembangkan kompetensi peserta didik. Aktivitas tersebut juga menstimulasi perkembangan anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan terapi.

Sementara itu, kegiatan kokurikuler memperkuat pencapaian Profil Lulusan dan mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA).

Gogot menegaskan bahwa program wajib belajar satu tahun pra-sekolah bertujuan meningkatkan kesiapan belajar anak melalui penguatan karakter, kemampuan sosial-emosional, dan literasi secara holistik. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar