Berita Kalimantan Timur

BKSDA Kaltim Perkuat Koridor Habitat Orangutan di Hutan Produksi untuk Mencegah Perkawinan Sedarah

lihat foto
Satu individu orang utan morio (Pongo pygmaeus morio) berada di kawasan Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. FOTO: ANTARA/Angga Palguna.
Satu individu orang utan morio (Pongo pygmaeus morio) berada di kawasan Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. FOTO: ANTARA/Angga Palguna.

BorneoFlash.com, SAMARINDA - BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat pelestarian orangutan dengan menghubungkan habitat alami yang berada di kawasan hutan produksi.

Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto mengatakan pihaknya terus mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung program pelestarian ramah satwa.

BKSDA mencatat Kalimantan Timur memiliki luas sekitar 12 juta hektare, dengan empat juta hektare menjadi habitat alami orangutan. Namun, hanya sekitar 700 ribu hektare yang berstatus kawasan konservasi.

Ari menjelaskan sebagian besar orangutan kini hidup di area konsesi yang tata kelolanya dapat berubah mengikuti kepentingan bisnis.

Karena itu, BKSDA mulai membangun koridor penghubung antarhabitat agar ruang gerak orangutan tetap terhubung dan tidak terisolasi.

“Penyambungan koridor penting untuk mencegah perkawinan sedarah dan menjaga keragaman genetik orangutan,” ujar Ari.

BKSDA juga terus mengevakuasi orangutan ke lokasi aman, meski langkah tersebut belum menjadi solusi permanen.

Selain itu, Ari menegaskan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang pelestarian hayati memperkuat perlindungan ekosistem konservasi. Pengelola lahan usaha wajib menjaga kawasan konservasi atau terancam sanksi hingga pencabutan izin operasional. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar