“Rute Samarinda–Balikpapan masih menjadi tujuan favorit penumpang. Namun, kami juga melayani perjalanan ke sejumlah daerah lain seperti Kota Bangun, Melak, Kembang Janggut, Bongan, Samboja, Lempake, Bontang, Berau, Tenggarong hingga Kabupaten Paser,” jelasnya.
Terminal Sungai Kunjang sendiri mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WITA hingga sekitar pukul 20.00 WITA. Aktivitas keberangkatan penumpang umumnya paling ramai terjadi pada pagi hari.
“Waktu keberangkatan yang paling padat biasanya terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 WITA, karena banyak masyarakat memilih melakukan perjalanan sejak pagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap bus umumnya baru akan diberangkatkan apabila jumlah penumpang telah mencapai batas minimal. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menutupi biaya operasional perjalanan.
“Biasanya kendaraan diberangkatkan setelah jumlah penumpang mencapai minimal 14 orang. Jika jumlah tersebut belum terpenuhi, pengemudi akan menunggu beberapa waktu atau penumpang dialihkan ke jadwal keberangkatan berikutnya,” tuturnya.
Selain kesiapan armada, pihak terminal juga akan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check sebelum periode mudik dimulai. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait guna memastikan keamanan perjalanan penumpang.
“Ramp check akan dilaksanakan bersama pihak kepolisian lalu lintas, Dinas Perhubungan, serta Jasa Raharja untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi dalam kondisi layak jalan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar