Berita Samarinda Terkini

Jelang Mudik Lebaran 2026, Terminal Sungai Kunjang Siapkan 70 Armada Bus

lihat foto
Suasana Terminal Sungai Kunjang Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Suasana Terminal Sungai Kunjang Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pengelola Terminal Sungai Kunjang di Samarinda mulai melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan puluhan armada bus guna mendukung kelancaran perjalanan para pemudik.

Secara keseluruhan, sekitar 70 unit bus disiapkan untuk melayani penumpang selama periode mudik. Armada tersebut terdiri dari kendaraan yang saat ini masih aktif beroperasi, serta beberapa unit tambahan yang dipersiapkan sebagai cadangan apabila terjadi lonjakan penumpang pada masa puncak arus mudik.

Koordinator Terminal Sungai Kunjang Samarinda, Eko Novianto, mengatakan bahwa seluruh armada yang disiapkan berada dalam kondisi siap operasional.

“Kami telah menyiapkan sekitar 70 unit bus produktif untuk melayani penumpang. Selain itu, tersedia pula armada cadangan yang dapat dioperasikan apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang pada masa puncak arus mudik,” ujarnya, pada Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, hingga awal Ramadan tahun ini aktivitas penumpang di terminal masih berjalan normal dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Biasanya, lonjakan pergerakan penumpang baru mulai terlihat mendekati hari raya Idulfitri.

“Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang umumnya mulai terjadi sekitar satu minggu sebelum Idulfitri. Saat ini aktivitas di terminal masih relatif normal seperti hari biasa,” katanya.

Dalam kondisi normal, jumlah bus yang berangkat dari Terminal Sungai Kunjang berkisar antara 20 hingga 30 unit setiap hari. Sedangkan jumlah bus yang tiba di terminal tipe B tersebut rata-rata berada di kisaran 20 hingga 25 unit per hari.


Eko menyebutkan, rute Samarinda menuju Balikpapan masih menjadi salah satu tujuan yang paling diminati oleh masyarakat. Selain itu, sejumlah trayek lain juga tetap beroperasi untuk melayani perjalanan ke berbagai daerah di Kalimantan Timur.

“Rute Samarinda–Balikpapan masih menjadi tujuan favorit penumpang. Namun, kami juga melayani perjalanan ke sejumlah daerah lain seperti Kota Bangun, Melak, Kembang Janggut, Bongan, Samboja, Lempake, Bontang, Berau, Tenggarong hingga Kabupaten Paser,” jelasnya.

Terminal Sungai Kunjang sendiri mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WITA hingga sekitar pukul 20.00 WITA. Aktivitas keberangkatan penumpang umumnya paling ramai terjadi pada pagi hari.

“Waktu keberangkatan yang paling padat biasanya terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 WITA, karena banyak masyarakat memilih melakukan perjalanan sejak pagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap bus umumnya baru akan diberangkatkan apabila jumlah penumpang telah mencapai batas minimal. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menutupi biaya operasional perjalanan.

“Biasanya kendaraan diberangkatkan setelah jumlah penumpang mencapai minimal 14 orang. Jika jumlah tersebut belum terpenuhi, pengemudi akan menunggu beberapa waktu atau penumpang dialihkan ke jadwal keberangkatan berikutnya,” tuturnya.

Selain kesiapan armada, pihak terminal juga akan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check sebelum periode mudik dimulai. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait guna memastikan keamanan perjalanan penumpang.

“Ramp check akan dilaksanakan bersama pihak kepolisian lalu lintas, Dinas Perhubungan, serta Jasa Raharja untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi dalam kondisi layak jalan,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar