Saat ditanya mengenai pasokan bahan pangan untuk program MBG, Siradj menyebut Balikpapan baru memiliki 10 MBG dari total kebutuhan 65 dan pemerintah kota akan menambah hingga 30 MBG, tetapi harus disertai pengaturan pasokan agar tidak mengganggu pasar umum.
“Kadang pasokan untuk MBG ini rebutan dengan supplier. Jangan sampai kebutuhan telur untuk program ini justru menyebabkan inflasi,” tegasnya.
Setelah melakukan pemantauan, Siradj memastikan bahwa permintaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru di Kalimantan Timur relatif stabil, tidak terjadi gejolak harga yang mengkhawatirkan.
“Dari pantauan hari ini, kondisi masih normal. Permintaan menjelang Nataru tidak terlalu bergejolak, terutama di Kaltim,” tutupnya.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan, terutama pada masa-masa dengan kebutuhan tinggi seperti akhir tahun.
Saat mengunjungi lapak para pedagang pasar klandasan mulai dari toko sembako, pedagang beras, pedagang telur, bumbu, ikan, daging dan ayam, ia menanyakan langsung terkait harga barang yang dijual, serta ketersedian barang yang ada maupun penjualan barang mengalami peningkatan atau sebaliknya.





