BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Asisten Deputi Stabilitasi Harga Pangan Kemenko Pangan RI, Mohamad Siradj Parwito, meninjau langsung kondisi ketersediaan dan harga pangan di Pasar Klandasan Balikpapan, pada Rabu (3/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), periode yang biasanya memicu kenaikan permintaan masyarakat.
Dalam peninjauannya, Siradj menyebut bahwa secara umum pasokan pangan di Balikpapan berada dalam kondisi aman, meski kota ini belum memiliki pasar induk dan mengandalkan pasar-pasar di tiap kecamatan.
“Beras, cabai, gula, dan bawang merah tersedia. Hanya cabai dan bawang merah yang mengalami kenaikan harga. Telur normal, daging ayam sedikit naik tapi masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Siradj juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sejumlah masukan dari Pemerintah Kota Balikpapan, termasuk terkait pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus di luar tiga zona yang saat ini berlaku secara nasional; pembangunan Food Station, fasilitas distribusi pangan modern di bawah BUMN ID Food dan ekstensifikasi sawah, menambah luasan sawah baru untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Soal food station, Siradj menjelaskan bahwa fasilitas ini bukan hanya berfungsi sebagai gudang, tetapi juga sebagai pusat penjualan beras untuk pasar retail modern maupun program pemerintah seperti SPHP.
Saat ditanya mengenai pasokan bahan pangan untuk program MBG, Siradj menyebut Balikpapan baru memiliki 10 MBG dari total kebutuhan 65 dan pemerintah kota akan menambah hingga 30 MBG, tetapi harus disertai pengaturan pasokan agar tidak mengganggu pasar umum.
“Kadang pasokan untuk MBG ini rebutan dengan supplier. Jangan sampai kebutuhan telur untuk program ini justru menyebabkan inflasi,” tegasnya.
Setelah melakukan pemantauan, Siradj memastikan bahwa permintaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru di Kalimantan Timur relatif stabil, tidak terjadi gejolak harga yang mengkhawatirkan.
“Dari pantauan hari ini, kondisi masih normal. Permintaan menjelang Nataru tidak terlalu bergejolak, terutama di Kaltim,” tutupnya.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan, terutama pada masa-masa dengan kebutuhan tinggi seperti akhir tahun.
Saat mengunjungi lapak para pedagang pasar klandasan mulai dari toko sembako, pedagang beras, pedagang telur, bumbu, ikan, daging dan ayam, ia menanyakan langsung terkait harga barang yang dijual, serta ketersedian barang yang ada maupun penjualan barang mengalami peningkatan atau sebaliknya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar