BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pemerintah terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Sibolga serta wilayah lain yang terisolasi melalui jalur udara.
Ia meluruskan isu penjarahan di Gudang Bulog Sibolga dan menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan distribusi bantuan, bukan aksi penjarahan. Ia menjelaskan bahwa medan berat menghambat distribusi darat sehingga dukungan helikopter dan pesawat menjadi penting.
Gus Ipul memastikan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebut Presiden memberi instruksi khusus kepada Panglima TNI, Kapolri, BNPB, serta BUMN seperti PLN dan Pertamina untuk mempercepat penanganan.
Pemerintah menyiapkan santunan Rp15 juta bagi korban meninggal dan Rp5 juta bagi korban luka berat sebagai bentuk dukungan dan penguatan bagi keluarga korban.
Kemensos menyalurkan bantuan logistik bufferstock senilai sekitar Rp14,5 miliar dan mengoperasikan dapur umum serta dapur mandiri senilai Rp4,5 miliar. Layanan dapur umum mencakup:
- Sumatera Barat: 9 titik dengan kapasitas sekitar 30.000 porsi/hari
- Sumatera Utara: 12 titik dengan kapasitas sekitar 30.000 porsi/hari
- Aceh: 7 titik dengan kapasitas sekitar 28.000 porsi/hari
Jumlah titik layanan terus berkembang sesuai kebutuhan di lapangan.
BNPB melaporkan bahwa jumlah korban banjir dan longsor di tiga provinsi mencapai 631 jiwa, dengan 472 orang masih hilang. Korban luka mencapai 2.600 orang, sementara jumlah pengungsi mencapai sekitar 1 juta jiwa. (*)






