BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama para sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor DPRD Kota Balikpapan, pada Senin (4/5/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kelangkaan bahan bakar jenis solar yang dinilai semakin menyulitkan para sopir, khususnya di wilayah Balikpapan.
Dalam aksi tersebut, Mahyudi selaku koordinator lapangan dari komunitas sopir truk menyampaikan bahwa kondisi saat ini sangat memberatkan. Ia mengungkapkan bahwa para sopir harus mengantre hingga tiga hari tiga malam hanya untuk mendapatkan solar, dengan biaya operasional yang terus membengkak.
“Kami turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Hingga saat ini, sopir truk di Balikpapan sangat menderita. Kami harus mengantre berhari-hari demi bertahan hidup, sementara biaya yang kami keluarkan tidak sedikit,” ujar Mahyudi dalam orasinya.
Selain lamanya antrean, para sopir juga mengeluhkan persoalan sistem barcode yang kerap bermasalah. Mereka mengaku sering kali tidak mendapatkan jatah solar meskipun telah menunggu lama, karena kuota dianggap sudah terpakai.

Para demonstran juga menyoroti terbatasnya jumlah SPBU yang menyediakan solar di Balikpapan.
Saat ini, hanya terdapat dua SPBU yang melayani distribusi solar, dan keduanya tidak beroperasi selama 24 jam. Kondisi ini dinilai memperparah antrean panjang dan kemacetan di sejumlah titik, seperti kawasan Kilometer 13 dan Kilometer 14.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar