BorneoFlash.com, BANGKALAN - Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan meminta para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera melengkapi persyaratan operasional program tersebut.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan hingga 10 Mei 2026 baru 112 dari total 179 dapur MBG menjalankan operasional. Sementara itu, 67 dapur lainnya belum beroperasi.
“Sebagian dapur belum beroperasi karena pengelola belum mengantongi izin operasional lengkap,” kata Bambang di Bangkalan, Minggu.
Selain itu, dari 179 dapur MBG, baru 129 dapur memiliki ID atau kode registrasi resmi dari Badan Gizi Nasional. Sebanyak 50 dapur lainnya masih belum memiliki registrasi resmi.
Satgas MBG juga menemukan sejumlah SPPG belum memiliki dapur permanen. Dari total 179 dapur MBG, sebanyak 68 SPPG masih memakai dapur nonpermanen atau masih membangun dapur permanen.
“Hal ini menjadi salah satu kendala operasional dapur MBG di Bangkalan,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, program MBG di Kabupaten Bangkalan menargetkan 328 ribu penerima manfaat yang tersebar di 273 desa dan delapan kelurahan di 18 kecamatan.
Program tersebut menyasar siswa di berbagai lembaga pendidikan, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita non-PAUD.
Untuk mengatasi kendala perizinan dan kelengkapan sarana, Satgas MBG telah mendatangi para pengelola SPPG agar mempercepat proses pengurusan izin operasional.
“Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat proses perizinan karena program MBG merupakan program prioritas pemerintah,” kata Bambang. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar