Pemprov Kaltim

Pemprov Kaltim Kebut Penyaluran Gratispol, Sisa Anggaran Rp20 Miliar Harus Terserap Tahun Ini

lihat foto
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Di sisi lain, sejumlah kendala masih muncul dari lingkungan PTS, terutama terkait rekening mahasiswa yang tidak aktif sehingga menghambat proses transfer.

“Dari pemerintah, anggarannya sudah tersedia. Namun beberapa kampus masih memiliki data yang belum lengkap, termasuk rekening mahasiswa yang bermasalah. Kendala seperti ini sebenarnya berasal dari pihak perguruan tinggi,” jelasnya.

Saat ini, hanya tersisa satu PTS yang masih menyelesaikan perbaikan rekening mahasiswa.

Pemprov menargetkan seluruh penyaluran untuk PTS dapat dilakukan serentak, mengikuti pola di perguruan tinggi negeri (PTN) yang kini telah memasuki tahap pencairan keempat dan kelima.

Sementara itu, penyaluran Gratispol untuk guru telah tuntas sepenuhnya.

Program Gratispol Afirmasi yang ditutup pada 18 November juga mencatat antusiasme tinggi dari kelompok prioritas, seperti penyandang disabilitas, mahasiswa berprestasi tingkat internasional, serta warga yang berasal dari desa sangat tertinggal.

Namun, belum ada kepastian apakah pendaftaran afirmasi akan dibuka kembali pada periode mendatang.

Menanggapi pertanyaan mengenai keberlanjutan program pada tahun depan, Dasmiah memastikan bahwa Gubernur Kaltim telah memberi jaminan terkait alokasi anggaran.

“Untuk pelaksanaan pada tahun mendatang, Bapak Gubernur telah menegaskan bahwa pendanaan Gaspol Pendidikan tetap terjamin pada tahun 2026. Insyaallah program ini akan terus berlanjut,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar