Semua dokumen tersebut, termasuk Detail Engineering Design (DED), telah disusun dengan melibatkan berbagai pihak ahli.
“Kalau pemerintah provinsi memerlukan data, semuanya sudah lengkap. DED seluruh program pengendalian banjir sudah kami siapkan. Hanya saja, kendalanya terletak pada pendanaan. Semua ini hasil kajian berbagai pihak yang kredibel,” tegas Andi.
Andi menjelaskan, Pemkot Samarinda telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk menekan risiko banjir.
Rencana tersebut meliputi pembangunan pintu air di kawasan Jembatan 1 Sungai Karang Mumus, peningkatan kapasitas pompa air, serta optimalisasi Waduk Lempake yang saat ini mengalami sedimentasi sekitar 0,8 juta meter kubik.
Selain itu, revitalisasi jaringan drainase di sejumlah titik yang rawan genangan, terutama di kawasan yang kerap terdampak rob, juga menjadi bagian dari desain besar pengendalian banjir.
“Seluruh datanya sudah lengkap dan jelas. Kalau diminta, saya siap menyampaikan langsung kepada Pak Gubernur. Sebagai kepala daerah di bawah provinsi, saya tentu menghormati dan mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar