BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Perumdam Tirta Kencana mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan dapat memengaruhi ketersediaan air baku bagi masyarakat.
Salah satu perhatian utama adalah kemungkinan masuknya intrusi air laut ke aliran Sungai Mahakam saat debit air menurun.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kencana, Marnabas Patiroy, mengatakan pemantauan terhadap kondisi Sungai Mahakam terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap layanan distribusi air bersih.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca saat ini masih cukup membantu karena hujan masih turun meski kemarau mulai terjadi.
“Mitigasi sudah kami lakukan sejak awal. Curah hujan yang masih terjadi setelah beberapa hari kemarau cukup membantu menjaga kondisi air baku,” ujarnya, pada Senin (11/5/2026).
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Perumdam juga diminta mempelajari kembali pola intrusi air laut yang pernah terjadi saat kemarau ekstrem pada 1998.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar