BorneoFlash.com, SAMARINDA - Kabar wafatnya seorang pelajar SMKN 4 Samarinda yang diduga berkaitan dengan persoalan kesehatan menarik perhatian publik secara luas.
Peristiwa tersebut mencuat setelah beredar dugaan bahwa kondisi kesehatan korban dipengaruhi penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukuran. Situasi ini sekaligus mengungkap kondisi ekonomi keluarga almarhum yang terbatas.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menanggapi kejadian itu dengan menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kondisi peserta didik di lingkungan sekolah. Menurutnya, aspek kemanusiaan dan kesejahteraan siswa harus menjadi perhatian utama seluruh pihak terkait.
“Pemerintah telah menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar memberikan perhatian yang lebih optimal terhadap persoalan tersebut,” ujar Andi Harun, pada Senin (11/5/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan siap bertanggung jawab penuh selama persoalan itu masih berada dalam ranah kewenangan pemerintah daerah.
Sebagai upaya pencegahan, Andi Harun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta seluruh kepala sekolah di Kota Samarinda untuk lebih aktif memantau serta melaporkan kondisi para siswa, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kepala sekolah diharapkan lebih proaktif dalam menyampaikan laporan mengenai kondisi peserta didik, khususnya siswa yang memerlukan penanganan dan kepedulian khusus,” tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar