Pemprov Kaltim

APBD Kaltim Rp21,35 Triliun Berpotensi Dipotong, Pemprov Prioritaskan Program Layanan Publik

lihat foto
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Yusliando. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Yusliando. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp21,35 triliun menghadapi ancaman pemangkasan.

Pemerintah pusat melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) berencana melakukan penyesuaian anggaran, sehingga Pemprov Kaltim harus menyiapkan langkah antisipasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Yusliando, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan tersebut.

Salah satunya dengan melakukan penghematan di sejumlah pos belanja yang dianggap tidak terlalu mendesak.

“Beberapa kegiatan akan disesuaikan, seperti perjalanan dinas, pelaksanaan rapat, hingga pengadaan barang yang tidak bersifat mendesak,” terangnya, Selasa (9/9/2025).

Ia menambahkan, prinsip utama yang dipegang pemerintah daerah adalah memastikan sektor-sektor vital tidak terganggu.

Anggaran pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik tetap akan menjadi prioritas utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar