BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa, untuk membahas peluang pemberian insentif kendaraan listrik guna memperkuat industri nasional.
Agus menilai insentif kendaraan listrik semakin penting karena tidak hanya mendukung penurunan emisi, tetapi juga menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak global. Pemerintah mendorong kebijakan ini untuk menjaga daya tahan industri manufaktur sekaligus melindungi tenaga kerja.
“Insentif atau stimulus ini bertujuan memperkuat industri sehingga tenaga kerja tetap terlindungi,” ujar Agus usai pertemuan.
Ia menambahkan, pergeseran pasar otomotif global ke kendaraan listrik semakin cepat akibat ketidakpastian energi dan dinamika geopolitik. Kondisi tersebut membuat konsumen mulai mengurangi ketergantungan pada BBM. Data Gaikindo juga menunjukkan tren pasar yang beralih ke kendaraan berbasis listrik.
Namun, Agus menegaskan Kementerian Perindustrian tidak menentukan skema maupun waktu pemberian insentif. Ia menyebut kewenangan tersebut berada di Kementerian Keuangan.
Selain membahas kendaraan listrik, kedua menteri juga membahas upaya peningkatan ekspor manufaktur. Agus menyebut sektor manufaktur menyumbang sekitar 75 - 80 persen ekspor nasional, tetapi sebagian besar produksinya masih terserap pasar domestik. Pemerintah berupaya meningkatkan porsi ekspor sekaligus menjaga perlindungan pasar dalam negeri. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar