BorneoFlash.com, KESEHATAN - Mengonsumsi obat pereda nyeri atau painkiller untuk berbagai keluhan seperti sakit kepala secara berlebihan berisiko mengganggu kesehatan ginjal.
Menurut laporan Hindustan Times, ahli nefrologi dari Rumah Sakit Spesialis Sahadri, Deccan, Dr Manan Doshi menyoroti bagaimana kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri yang kerap setiap kali mengalami ketidaknyamanan ringan dapat memengaruhi ginjal.
Hal ini telah menjadi ancaman tidak terlihat, serta mengkhawatirkan penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa pengawasan. Sikap yang terlalu santai terhadap konsumsi obat ini perlu mendapat perhatian serius dari sisi medis.
“Penyebab utama kerusakan ginjal akibat obat adalah kelompok Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID), dengan diclofenac, ibuprofen, dan naproxen sebagai yang paling sering dikonsumsi,” ujar Dokter Manan.
Penggunaan obat tersebut secara berlebihan mengkhawatirkan karena berpotensi membahayakan ginjal dan tanpa pengawasan kemungkinan komplikasi jangka panjangnya.
Dalam prosesnya, obat ini dapat mengganggu fungsi ginjal secara langsung. Artinya, kelegaan jangka pendek bisa dibayar dengan gangguan serius pada organ vital.
Dokter Manan menjelaskan bahwa obat ini bekerja dengan menghambat prostaglandin, yaitu zat kimia yang berperan menjaga aliran darah ke ginjal tetap optimal.
“Ketika jalur ini terhambat, aliran darah ke ginjal menurun, dan Cedera Ginjal Akut (Acute Kidney Injury) dapat terjadi, bahkan dalam hitungan hari,” ujar dia.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar