Menurutnya, bantuan perusahaan tidak selalu harus dalam bentuk dana. Dukungan bisa diwujudkan melalui pembangunan fasilitas umum, akses jalan, kebersihan kawasan, sanitasi hingga promosi destinasi wisata.
“Yang penting ada keterlibatan berkelanjutan. Karena potensi wisata Kukar sebenarnya sangat besar kalau dikelola serius,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan destinasi wisata yang benar-benar memiliki potensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan begitu, dukungan perusahaan nantinya bisa lebih tepat sasaran dan memberi dampak ekonomi jangka panjang.
“Kita tidak ingin hanya fokus membangun tempat baru lalu meninggalkan destinasi lama. Semua harus dipetakan supaya pengembangannya jelas dan berkelanjutan,” tuturnya.
Akbar berharap keterlibatan perusahaan ke depan mampu memperkuat sektor pariwisata Kukar sehingga tidak hanya menjadi sektor pendukung, tetapi juga bisa tumbuh sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar