BorneoFlash.com, JAKARTA - Platform transportasi online Gojek akan menghentikan program langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi ojek online dalam waktu dekat.
CEO GOTO , Hans Patuwo mengatakan perusahaan mengambil keputusan tersebut untuk menyesuaikan kebijakan dengan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 terkait potongan pendapatan mitra pengemudi.
“Gojek akan menghentikan skema langganan untuk mitra pengemudi,” kata Hans dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Hans menjelaskan, perusahaan juga melakukan evaluasi terhadap program GoRide Hemat yang mulai diuji coba sejak November 2025 dan diperluas ke berbagai wilayah Indonesia pada Februari 2026.
Hasil evaluasi menunjukkan pelanggan masih lebih banyak menggunakan layanan GoRide reguler dibandingkan GoRide Hemat.
“Setelah berjalan tiga bulan sejak Februari 2026, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini membutuhkan keseimbangan yang lebih baik untuk mendukung kesejahteraan mitra pengemudi,” ujar Hans.
Karena itu, Gojek memutuskan menghentikan program langganan GoRide Hemat dalam waktu dekat.
Selain menghentikan program tersebut, Gojek juga akan menyesuaikan potongan pendapatan layanan GoRide Hemat menjadi delapan persen sesuai aturan terbaru pemerintah.
Hans mengatakan kebijakan itu akan memengaruhi tarif layanan GoRide Hemat secara terbatas. Namun, perusahaan tetap mengutamakan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.
“Kami memastikan penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan tetap menjaga keterjangkauan bagi pelanggan,” katanya.
Hans menegaskan, Gojek tidak akan menaikkan tarif layanan GoRide reguler. Ia juga menyebut mayoritas pelanggan saat ini masih memilih menggunakan GoRide reguler dibandingkan GoRide Hemat.
Menurut Hans, kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas layanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi dan kenyamanan pelanggan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar