DPRD Kutai Kartanegara

Ruang Kelas Terbatas, Siswa di Kukar Terpaksa Belajar Bergantian

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Aktivitas belajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum sepenuhnya berjalan ideal. Di beberapa tempat, siswa harus datang dan pulang di waktu berbeda karena ruang kelas yang tersedia belum mencukupi.

 

Kondisi ini membuat sebagian sekolah menerapkan sistem belajar bergantian antara pagi dan siang. Pola tersebut dinilai memengaruhi ritme belajar siswa, terutama dalam menjaga fokus dan daya tangkap terhadap materi.

 

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka, menyebut persoalan ini bukan hal kecil. Ia menegaskan, keterbatasan ruang kelas masih terjadi di berbagai jenjang pendidikan.

 

“Dari laporan yang kami terima, kebutuhan ruang kelas masih cukup besar, jumlahnya mendekati 400,” ucap Akbar Haka, pada Senin (1/4/2026). 

 

Menurutnya, ruang kelas merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda pemenuhannya. Tanpa fasilitas yang memadai, proses belajar mengajar sulit berjalan optimal.

 

“Kita tidak bisa mengandalkan sistem bergantian terus-menerus. Ini perlu segera dicarikan solusi,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti dampak jangka panjang yang bisa muncul jika kondisi ini dibiarkan. Bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga kualitas pembelajaran siswa secara keseluruhan.

 

“Kalau ini tidak ditangani, tentu akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan dan SDM ke depan,” katanya.

 

Karena itu, DPRD Kukar melalui Komisi IV berencana mendorong pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas di sekolah-sekolah. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar