BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pola kerja sama pengelolaan usaha di kawasan Teras Samarinda menuai sorotan dari DPRD Kota Samarinda.
Beberapa fasilitas usaha seperti kafe hingga wahana jetski diketahui dikelola bersama pihak ketiga dengan sistem pembagian keuntungan yang dinilai terlalu kecil bagi Perumda Varia Niaga.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menilai mekanisme tersebut berdampak pada rendahnya kontribusi perusahaan daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berdasarkan laporan yang diterima pihak legislatif, kontribusi PAD dari Perumda Varia Niaga tercatat hanya sekitar Rp500 juta. Nilai tersebut dinilai masih jauh dari target maupun potensi yang seharusnya dapat dicapai.
“Laporan yang kami terima menunjukkan kontribusi Perumda Varia Niaga terhadap PAD berada di kisaran Rp500 juta. Angka tersebut dinilai belum memenuhi harapan,” ujarnya, pada Senin (11/5/2026).
Ia menilai skema pembagian hasil sebesar 10 persen dari pengelolaan aset strategis milik pemerintah kota tidak sebanding dengan potensi ekonomi yang tersedia di kawasan tersebut.
“Persentase bagi hasil sebesar 10 persen dari pemanfaatan aset publik yang memiliki nilai strategis tentu tergolong sangat kecil dan perlu dievaluasi,” tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar