BorneoFlash.com, SAMARINDA — Kebijakan Pemerintah Kota Samarinda menyewa kendaraan tamu jenis Land Rover Defender dengan biaya sekitar Rp160 juta per bulan memicu perhatian publik, terutama setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Besaran biaya tersebut dinilai cukup signifikan apabila dihitung dalam jangka waktu kontrak yang panjang.
Sorotan terhadap kebijakan ini juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, menilai skema penyewaan kendaraan tersebut perlu dikaji kembali agar penggunaan anggaran daerah tetap efisien dan tidak menimbulkan pemborosan.
Ia mengungkapkan, jika biaya sewa dihitung selama masa kontrak tiga tahun, total pengeluaran yang harus ditanggung pemerintah daerah dapat mencapai sekitar Rp5,7 miliar. Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan perkiraan harga kendaraan yang disewa.
“Apabila dihitung secara sederhana, total biaya sewa dalam kurun tiga tahun menjadi cukup besar, sementara harga kendaraan yang bersangkutan diperkirakan tidak mencapai nilai tersebut,” ujar Adnan, pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, apabila kendaraan tersebut dibeli langsung oleh pemerintah, biaya tahunan yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan operasional kemungkinan jauh lebih rendah dibandingkan skema sewa bulanan.
“Pengeluaran untuk perawatan, pajak, serta asuransi diperkirakan hanya berkisar sekitar Rp100 juta per tahun,” jelasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar