Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian dari Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Pemkot Samarinda menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam menangani kasus tersebut.
Namun demikian, Andi Harun menilai kejadian serupa seharusnya dapat diantisipasi sejak awal di tingkat daerah sehingga tidak berkembang menjadi perhatian nasional.
Ia menekankan bahwa komunikasi yang efektif antara pihak sekolah, dinas terkait, hingga pimpinan daerah memiliki peran penting dalam mencegah terulangnya kasus serupa.
“Persoalan seperti ini semestinya dapat diatasi lebih cepat. Apabila komunikasi tidak berjalan dengan baik, pimpinan daerah berpotensi tidak memperoleh informasi faktual mengenai kondisi yang terjadi di lapangan,” jelasnya.
Pemkot Samarinda berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama guna memperkuat sistem pengawasan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi peserta didik.
Menurutnya, keterbukaan informasi dari institusi kepada perangkat daerah hingga kepala daerah merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan publik.
Ia juga berharap tidak ada lagi peristiwa serupa yang menimbulkan duka di dunia pendidikan pada masa mendatang.
“Kami berharap dan berdoa agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar