“Kita bangun kekuatan umat dari daerah. Dari masjid, kita rajut persatuan. Dari para imam, kita pancarkan pesan damai hingga ke tingkat global,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa di tengah dinamika dunia yang diwarnai konflik dan polarisasi, imam masjid memiliki peran vital sebagai pembimbing umat, penyejuk masyarakat, dan agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai damai.
Sinergi antara aparat dan tokoh agama, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas melalui pendekatan kultural dan spiritual.
Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan menegaskan bahwa para imam serta tokoh agama merupakan benteng moral masyarakat sekaligus duta perdamaian.

Kegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional ini akan terus berlanjut secara periodik menuju puncak acara yang dijadwalkan berlangsung di Masjid Istiqlal pada Agustus 2026.
Rangkaian berikutnya akan digelar di Sulawesi Selatan pada bulan Mei, Banten pada Juni, dan Jawa Timur pada Juli 2026. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar