BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional dan Tabligh Akbar bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, berlangsung khidmat dan penuh semangat persatuan di Masjid Islamic Center Samarinda, pada Sabtu (25/4/2026).
Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat harmoni, diplomasi keagamaan, serta penggerak perdamaian global.
Rangkaian acara diawali dengan Seminar Masjid bertema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”, dilanjutkan dengan istigasah, dan ditutup dengan Tabligh Akbar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud, Wakil Gubernur, H. Seno Aji, perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, PP IPIM, serta tokoh agama, akademisi, dan ribuan jamaah dari berbagai wilayah Kalimantan Timur yang memadati masjid.

Dalam tausiyahnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa fungsi masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, dan ruang diplomasi peradaban. Ia menyoroti pentingnya peran imam sebagai penjaga persatuan sekaligus penyaring informasi di tengah tantangan global yang kompleks.
Ketua Steering Committee Konferensi Imam Internasional, Irjen Pol M. Sabilul Alif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan para imam dalam satu visi besar kebangsaan dan kemanusiaan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar