BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian ESDM membuka 116 blok minyak dan gas bumi (migas) baru bagi investor global melalui penawaran wilayah kerja (WK) untuk mempercepat pencapaian target produksi nasional.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menyatakan pemerintah menyiapkan langkah strategis dengan memperluas kolaborasi teknologi dan operasi di wilayah kerja eksisting sesuai Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
“Pemerintah membuka 116 blok migas baru dan memperluas kolaborasi teknologi serta operasi untuk mendorong peningkatan produksi,” ujar Laode.
Pemerintah menargetkan produksi minyak mencapai 610 ribu barel per hari dalam APBN 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Laode menilai temuan besar di Sumur Geliga, Blok Ganal, menjadi momentum penting karena memiliki potensi sekitar 5 TCF gas dan 300 juta barel kondensat.
Pemerintah juga menjaga kedaulatan energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global sekaligus mendorong swasembada energi sebagai bagian dari visi Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah melakukan diversifikasi impor energi, mengoptimalkan pasokan domestik dan biofuel, meningkatkan kinerja kilang, memperkuat kerja sama bilateral, serta mendorong efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Pemerintah turut meningkatkan daya tarik investasi melalui reformasi regulasi dengan memberi fleksibilitas kontrak, baik melalui skema Gross Split maupun Cost Recovery, menyesuaikan pembagian hasil berdasarkan tingkat risiko lapangan, serta menyediakan insentif berbasis keekonomian proyek.
Selain itu, pemerintah mempercepat proses perizinan melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 untuk memberikan kepastian waktu dan kemudahan bagi investor.
Laode menegaskan pemerintah tidak hanya menawarkan potensi sumber daya yang besar, tetapi juga peluang investasi yang konkret dan kompetitif, serta mengundang investor global untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor hulu migas Indonesia. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar