Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran, dengan menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama pelayanan publik.
Di sisi lain, Andi Harun memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meskipun dalam kondisi terbatas.
Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skema alternatif yang akan dibahas bersama Dinas Pendidikan.
Beberapa opsi yang dipertimbangkan meliputi penggunaan sistem bergilir dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak, peminjaman gedung milik instansi lain, hingga penyediaan fasilitas sementara melalui skema sewa.
“Yang terpenting, kegiatan belajar mengajar tidak boleh terhenti. Kami akan melakukan rapat koordinasi untuk menentukan opsi terbaik, baik melalui peminjaman gedung, penyewaan, maupun alternatif lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan masih melakukan inventarisasi untuk menghitung jumlah kerusakan serta total kerugian akibat peristiwa kebakaran tersebut. (*/Adv Diskominfo Samarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar