BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda langsung mengambil langkah cepat menyusul kebakaran yang merusak sebagian bangunan SMP Negeri 2 Samarinda.
Perbaikan ruang kelas yang terdampak dipastikan menjadi kebutuhan mendesak dan harus segera direalisasikan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa situasi tersebut sudah masuk kategori darurat sehingga penanganannya tidak dapat ditunda. Pemulihan fasilitas pendidikan, khususnya ruang belajar, harus diprioritaskan demi menjamin kelangsungan proses pendidikan.
“Penanganan ini bukan sekadar prioritas, melainkan telah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dalam kondisi darurat, pelaksanaan kegiatan yang bersifat mendesak telah memenuhi ketentuan untuk segera direalisasikan,” ujarnya, pada Sabtu (4/4/2026).
Dalam hal pendanaan, Pemkot Samarinda akan berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna melakukan penyesuaian alokasi anggaran.
Sejumlah pos belanja yang dinilai tidak terlalu mendesak akan dialihkan untuk mempercepat pembangunan kembali fasilitas sekolah tersebut.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran, dengan menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama pelayanan publik.
Di sisi lain, Andi Harun memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meskipun dalam kondisi terbatas.
Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skema alternatif yang akan dibahas bersama Dinas Pendidikan.
Beberapa opsi yang dipertimbangkan meliputi penggunaan sistem bergilir dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak, peminjaman gedung milik instansi lain, hingga penyediaan fasilitas sementara melalui skema sewa.
“Yang terpenting, kegiatan belajar mengajar tidak boleh terhenti. Kami akan melakukan rapat koordinasi untuk menentukan opsi terbaik, baik melalui peminjaman gedung, penyewaan, maupun alternatif lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan masih melakukan inventarisasi untuk menghitung jumlah kerusakan serta total kerugian akibat peristiwa kebakaran tersebut. (*/Adv Diskominfo Samarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar