BorneoFlash.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan kapal tanker Pertamina Pride belum melewati Selat Hormuz.
Namun, perseroan telah menyiapkan pasokan pengganti untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah dalam negeri.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait sambil memantau pergerakan kapal yang membawa hampir 2 juta barel minyak mentah tersebut.
Selain itu, Pertamina mengandalkan rantai pasok serta portofolio suplai dari berbagai sumber. Strategi ini menjaga operasional kilang tetap berjalan dan memastikan pasokan energi nasional tetap aman.
Sementara itu, data Vessel Finder dan Bloomberg menunjukkan Pertamina Pride masih berlabuh di perairan Arab Saudi dekat Ras Tanura hingga 1 April 2026. Kapal jenis VLCC berbendera Singapura itu mengangkut sekitar 249.821 metrik ton atau setara 1,86–1,90 juta barel minyak mentah dalam kondisi penuh.
Sebelumnya, kapal tersebut singgah di Assaluyeh, Iran, lalu beberapa kali berada di Ras Tanura sebelum berlayar menuju Cilacap. Pertamina semula memperkirakan kapal tiba pada 2 April 2026. Namun, hingga kini kapal masih berada di kawasan Teluk Persia.
Di sisi lain, kapal PIS Gamsunoro juga belum melewati Selat Hormuz. Kapal itu berlayar dari Irak menuju Dubai untuk melayani pihak ketiga.
Untuk mengatasi situasi ini, PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri membahas langkah teknis agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman.
Dari empat kapal di kawasan Timur Tengah, dua kapal PIS Paragon dan PIS Rinjani telah keluar dari wilayah tersebut. Keduanya kini kembali melayani distribusi energi.
Secara keseluruhan, PIS mengoperasikan 345 kapal guna mendukung distribusi energi nasional. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar