Opini

Antara Kritik dan Realita: Saat Pertamina Dituduh Malas oleh Menkeu Purbaya

lihat foto
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI). Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra/bar
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI). Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra/bar

BorneoFlash.com, OPINI - Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut Pertamina “malas-malasan membangun kilang” memicu perdebatan publik.

Ucapan itu dilontarkan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada 30 September 2025, ketika membahas lambatnya pembangunan kilang minyak nasional. Menurut Purbaya, ketergantungan Indonesia pada impor BBM tidak kunjung berkurang karena proyek kilang baru terasa seperti jalan di tempat.

Ia juga mengungkap adanya tawaran dari investor asing, termasuk Tiongkok, yang bersedia

membangun kilang dengan skema menggiurkan: investor menanggung pembangunan,

Pertamina membeli produk selama 30 tahun, lalu kilang menjadi milik negara.

Tawaran

tersebut ditolak, “Kalau begini terus, kapan Indonesia bisa mandiri energi?” ujarnya.

Pernyataan itu segera menuai respons. Pertamina membantah tudingan tersebut dan

menegaskan mereka sedang menuntaskan salah satu proyek terbesar dalam sejarah energi

Indonesia, yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Proyek raksasa senilai US$7,4 miliar itu telah mencapai progres 96,15 persen per Agustus 2025, dengan target penyelesaian sebelum akhir tahun.

Kilang Balikpapan bukan proyek biasa. Ia akan meningkatkan kapasitas produksi dari 260

ribu menjadi 360 ribu barel per hari dan mengangkat standar BBM dari Euro II menjadi Euro V.

Jika selesai sesuai target, Indonesia bisa memangkas impor BBM dan memperkuat

ketahanan energi nasional. Laporan Bisnis.com (19 Juni 2025) bahkan menegaskan bahwa

proyek ini masuk daftar Proyek Strategis Nasional dan sudah menembus progres 94,31

persen di pertengahan tahun.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar