Opini

Dari Ilmu ke Angka: Balada Ironis Punahnya Intelektualitas di Sekolah

lihat foto
Ilustrasi pelajar di luar Sekolah.
Ilustrasi pelajar di luar Sekolah.

BorneoFlash.com, OPINI - Pendidikan di sekolah sering kali terjebak pada ukuran numerik seperti nilai ujian dan ranking, yang justru mengikis esensi intelektualitas sejati. Ironi ini terlihat dari minimnya budaya membaca dan berpikir kritis di kalangan siswa dan guru, meski sekolah seharusnya menjadi pusat pengetahuan. 

Pergantian "ilmu" menjadi "angka" mencerminkan kegagalan sekolah membangun intelektualisme, di mana guru dan siswa enggan menyentuh buku karena prioritas pada prestasi numerik seperti UN atau ranking sekolah. 

Hal ini melahirkan generasi "well educated" tapi rendah moral, seperti kasus korupsi oleh sarjana, karena pendidikan hanya kognitif tanpa dimensi spiritual dan sosial. Ironi semakin kentara saat perpustakaan sekolah berdebu, sementara kegiatan literasi hanya formalitas, menunjukkan hilangnya dorongan intrinsik untuk pengetahuan.

Dalam perspektif sosiologi pendidikan, sistem sekolah mereproduksi norma sosial yang menekankan kompetisi berbasis angka, bukan pengembangan holistik individu.

Émile Durkheim, melalui teori fungsionalisme, memandang pendidikan sebagai alat membentuk solidaritas sosial dan moral kolektif, tetapi di Indonesia, fokus pada angka justru menciptakan anomi atau ketidakharmonisan sosial di mana siswa kehilangan minat literasi. 

Fenomena ini diperburuk oleh tekanan perubahan demografi dan teknologi, di mana sekolah gagal mengintegrasikan faktor sosial-ekonomi ke dalam pembelajaran, sehingga intelektualitas punah digantikan rutinitas hafalan. 

Norma ini menciptakan budaya "survival of the fittest" yang mengorbankan pengembangan holistik individu, termasuk aspek emosional, etis, dan kreatif, sehingga siswa lebih terfokus pada hafalan formula daripada pemahaman mendalam.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar