Pemerintah juga menaruh perhatian pada anak putus sekolah, ibu rumah tangga, dan warga dewasa yang ingin memulai kembali perjalanan belajar. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tempat yang ramah bagi semua usia, tanpa batasan latar belakang.
“Konsep yang kita bangun bukan sekadar mengajar. Yang penting adalah bagaimana fasilitas ini mampu membentuk kembali rasa kebersamaan, membuka peluang interaksi, dan memberi wadah bagi mereka yang selama ini merasa tidak punya tempat,” tambahnya.
Saiful menegaskan bahwa Pemkab Kukar terbuka untuk berkolaborasi dengan lembaga sosial dan komunitas lokal agar program yang dijalankan dapat menyentuh persoalan sosial yang nyata. Ia ingin memastikan kegiatan yang berjalan mampu memperbaiki kualitas hidup warga secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi pendidikan.
Ia berharap, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi model ruang sosial baru yang memulihkan, menguatkan, dan menyatukan masyarakat.
“Harapan kami, fasilitas ini tidak hanya mencerdaskan, tapi benar-benar mengubah kehidupan warga yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar