BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menempatkan isu sosial sebagai prioritas dalam pembangunan fasilitas pendidikan masyarakat.
Penetapan lahan seluas 8 hektare di Loa Ipuh Darat bukan hanya proyek fisik, tetapi diarahkan menjadi ruang aman dan inklusif bagi warga yang selama ini terpinggirkan dari layanan pendidikan.
Kepala Bidan (Kabid) Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah Bappeda Kukar, Saiful Bahri, mengatakan banyak kelompok di Kukar yang masih mengalami hambatan sosial mulai dari keterbatasan ekonomi, akses terbatas ke pendidikan formal, hingga rendahnya kepercayaan diri akibat kondisi sosial keluarga. Sekolah Rakyat hadir untuk menutup celah tersebut.
“Di lapangan, kita menemukan cukup banyak warga yang sebenarnya ingin belajar, ingin berkembang, tapi tidak punya ruang. Baik karena faktor ekonomi, usia, maupun kondisi rumah tangga. Sekolah Rakyat ini kita siapkan sebagai tempat mereka kembali percaya diri,” ucap Saiful, pada Rabu (26/11/2025).
Menurut Saiful, luas lahan yang disediakan memungkinkan pemerintah membangun fasilitas yang tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga aktivitas sosial yang mendukung pemulihan mental dan interaksi komunitas.
Nantinya akan ada ruang kreatif, area berkumpul, serta fasilitas pelatihan yang dirancang untuk mendorong rasa saling dukung di antara warga.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan Loa Ipuh Darat juga mempertimbangkan dinamika masyarakat sekitar. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi sosial yang besar dan membutuhkan ruang untuk memperkuat hubungan antarwarga, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak tersentuh program pengembangan diri.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada anak putus sekolah, ibu rumah tangga, dan warga dewasa yang ingin memulai kembali perjalanan belajar. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tempat yang ramah bagi semua usia, tanpa batasan latar belakang.
“Konsep yang kita bangun bukan sekadar mengajar. Yang penting adalah bagaimana fasilitas ini mampu membentuk kembali rasa kebersamaan, membuka peluang interaksi, dan memberi wadah bagi mereka yang selama ini merasa tidak punya tempat,” tambahnya.
Saiful menegaskan bahwa Pemkab Kukar terbuka untuk berkolaborasi dengan lembaga sosial dan komunitas lokal agar program yang dijalankan dapat menyentuh persoalan sosial yang nyata. Ia ingin memastikan kegiatan yang berjalan mampu memperbaiki kualitas hidup warga secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi pendidikan.
Ia berharap, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi model ruang sosial baru yang memulihkan, menguatkan, dan menyatukan masyarakat.
“Harapan kami, fasilitas ini tidak hanya mencerdaskan, tapi benar-benar mengubah kehidupan warga yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar