Harga Naik Dua Kali Lipat, Rumput Laut Sango-Sango Babulu Laut Jadi Andalan Ekonomi Baru PPU

oleh -
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi II DPRD PPU, Sujiati. Foto: BorneoFlash/IST
Anggota Komisi II DPRD PPU, Sujiati. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, PENAJAM — Kenaikan harga rumput laut jenis sango-sango di Babulu Laut membawa angin segar bagi masyarakat pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Komunitas pembudidaya rumput laut kini berkembang pesat dan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.

 

Anggota Komisi II DPRD PPU, Sujiati, mengatakan bahwa sektor budidaya rumput laut telah menjadi sumber penghasilan yang lebih stabil bagi warga. Banyak masyarakat yang sebelumnya bergantung pada perikanan tangkap mulai beralih ke budidaya sango-sango karena dinilai lebih menjanjikan.

 

“Saya turun langsung ke lapangan. Harga rumput laut yang dulu hanya sekitar Rp2 ribu kini mencapai Rp3.700 per kilogram. Luar biasa perkembangannya,” ujarnya, Pada Rabu (26/11/2025).

 

Kenaikan harga ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga membangkitkan semangat untuk memperluas lahan dan menerapkan metode budidaya yang lebih modern. Babulu Laut pun semakin dikenal sebagai kawasan pesisir dengan potensi besar di sektor rumput laut.

 

“Kalau dulu masyarakat lebih fokus ke ikan atau udang, sekarang banyak yang memilih rumput laut sango-sango karena masa panennya cepat dan perawatannya tidak seribet ikan. Tapi sektor ikan tetap berjalan sebagai pendamping,” jelasnya.

 

Dengan siklus panen singkat, biaya produksi rendah, dan harga jual yang terus naik, sango-sango menjadi pilihan budidaya yang menguntungkan baik dalam jangka pendek maupun panjang.

 

Sujiati menambahkan bahwa pemerintah daerah kini fokus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan rumput laut. Selain kebutuhan alat dan sarana budidaya, dukungan pemasaran dan peningkatan kualitas produksi dinilai sangat penting agar nilai jual dapat bersaing di pasar lebih luas.

 

“Saya sudah rapat dengan kelompok-kelompok di Babulu Laut untuk mengetahui kebutuhan mereka agar harga jual bisa terus meningkat,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Kaltim Dorong Riset Budaya: Jangan Biarkan Sejarah Lokal Hilang

 

DPRD dan Pemda juga menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah, seperti produk olahan rumput laut kering, tepung, hingga makanan berbahan dasar rumput laut, yang dapat mendongkrak pendapatan masyarakat secara signifikan.

 

Sujiati mengungkapkan bahwa ia bersama Bupati PPU, Mudyat Noor, telah membahas rencana memperkuat sektor ini melalui peningkatan kapasitas pengolahan. Salah satu langkah konkret adalah revitalisasi tiga tambak yang akan difungsikan sebagai pusat pengembangan rumput laut.

 

“Kami sepakat bahwa rumput laut tidak boleh hanya dijual mentah. Agar harganya meningkat, perlu ada pengolahan. Karena itu, tiga tambak akan direvitalisasi untuk mendukung pengembangan sektor ini,” tutupnya.

 

Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, rumput laut sango-sango Babulu Laut diprediksi menjadi komoditas unggulan baru PPU yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta memperkuat industri olahan rumput laut di masa depan. (*/Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.