BorneoFlash.com, SAMARINDA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, memaparkan sejumlah tantangan yang kini dihadapi daerah menyusul pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Ia menegaskan bahwa penurunan alokasi tersebut memaksa pemerintah provinsi melakukan penyesuaian signifikan pada struktur pendapatan dan belanja daerah.
“Pengurangan Dana Transfer ke Daerah membuat kami harus melakukan penyesuaian yang cukup signifikan pada pendapatan dan belanja daerah,” ujar Sri Wahyuni, pada Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, kondisi ini berpotensi menyebabkan beberapa belanja wajib (mandatory spending) tidak terpenuhi.
Selain itu, pelaksanaan program hilirisasi yang sebelumnya berjalan sesuai rencana kini dikhawatirkan mengalami perlambatan.
“Sejumlah belanja wajib berpotensi tidak terpenuhi, dan program hilirisasi yang sebelumnya berjalan sesuai rencana kini terancam melambat,” jelasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar