Padahal, daerah ini masih membutuhkan peningkatan konektivitas antarkabupaten/kota untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
Salah satu proyek strategis yang terkena imbas adalah pembangunan jalan akses Sotek–Bongan, yang dirancang menghubungkan Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kutai Barat dan memangkas waktu tempuh hingga 80 persen.
Jalur tersebut juga diharapkan menjadi akses penting bagi masyarakat Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Malinau menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun, dengan terbatasnya TKD, proyek ini berpotensi ditunda sampai kejelasan pendanaan tersedia.
“Konektivitas antardaerah sangat penting bagi pemerataan pembangunan di Kaltim, tetapi dengan kondisi anggaran saat ini, penjadwalan ulang beberapa proyek tidak dapat dihindari,” tutur Sri.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kini masih menunggu mekanisme penyesuaian anggaran yang lebih rinci, sembari menjajaki alternatif pembiayaan agar program strategis daerah tetap dapat dilanjutkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar