Menurutnya, tingkat keamanan Coretax kini meningkat signifikan dari skor 30 menjadi lebih dari 95 dari 100 poin, atau naik dari peringkat D/E menjadi A+. Kinerja non-transaksionalnya juga mencatat nilai di atas 95.
Namun, Purbaya mengungkapkan bahwa perbaikan sistem masih terkendala kontrak kerja sama dengan LG CNS–Qualysoft Consortium, selaku vendor. Kontrak tersebut membatasi akses pemerintah secara penuh ke sistem.
Setelah kontrak sepenuhnya dialihkan ke Pemerintah Indonesia pada Desember mendatang, Purbaya menargetkan seluruh masalah Coretax tuntas pada Januari atau Februari 2026.
“Mulai Januari, keamanan dan infrastruktur harus sudah selesai. Infrastruktur yang kita miliki sangat canggih, tinggal dimaksimalkan pemanfaatannya. Barang-barang yang dibeli itu mahal, tapi belum dimanfaatkan optimal. Namun ke depan, itu akan kami benahi,” jelasnya.
Purbaya menegaskan bahwa ketergantungan pada pihak asing dalam pengelolaan sistem akan diakhiri. “Ke depan, kami akan sepenuhnya mengandalkan kemampuan anak bangsa. Orang Indonesia punya potensi besar, dan kami akan manfaatkan itu secara serius,” tegasnya. (*/ANTARA)





