Berita Ekonomi

Purbaya Gandeng Spesialis Siber (Hacker) untuk Perkuat Coretax

lihat foto
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI saat memberikan pemaparan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Foto: ANTARA/Imamatul Silfia
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI saat memberikan pemaparan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Foto: ANTARA/Imamatul Silfia

BorneoFlash.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pihaknya telah merekrut peretas (hacker) dalam negeri dan memperkuat tim internal untuk memperbaiki sistem Coretax, tanpa menambah beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tidak ada penambahan biaya untuk Coretax, hanya tambahan untuk gaji staf yang dijadikan tenaga ahli IT di Kementerian Keuangan. Itu pun masuk dalam pos pengeluaran rutin, tidak ada yang istimewa,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan bahwa perbaikan sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia lokal, bukan dengan membentuk tim baru. Fokus utama Kemenkeu kini adalah memperkuat Tim Pelaksana Pembaruan Sistem Perpajakan (PSIAP) yang telah ada.

“Tim PSIAP sebenarnya punya kemampuan yang baik, hanya butuh pengarahan agar lebih fokus. Dari sisi pemrograman dan pengkodean, mereka sudah sangat kompeten. Jadi, kami hanya memperkuat, bukan membentuk tim baru,” jelasnya.

Selain memperkuat tim internal, Purbaya juga menggandeng hacker Indonesia untuk menguji keamanan sistem Coretax. Langkah ini diambil setelah sempat terjadi kebocoran data Coretax yang dijual ke pihak luar. Ia memastikan kejadian serupa tidak akan terulang.

“Banyak hacker Indonesia yang diakui dunia. Saya panggil beberapa di antaranya yang punya peringkat global untuk membantu menguji sistem. Mereka kami bayar resmi, dan hasilnya sudah jauh lebih baik,” ujar Purbaya.


Menurutnya, tingkat keamanan Coretax kini meningkat signifikan dari skor 30 menjadi lebih dari 95 dari 100 poin, atau naik dari peringkat D/E menjadi A+. Kinerja non-transaksionalnya juga mencatat nilai di atas 95.

Namun, Purbaya mengungkapkan bahwa perbaikan sistem masih terkendala kontrak kerja sama dengan LG CNS–Qualysoft Consortium, selaku vendor. Kontrak tersebut membatasi akses pemerintah secara penuh ke sistem.

Setelah kontrak sepenuhnya dialihkan ke Pemerintah Indonesia pada Desember mendatang, Purbaya menargetkan seluruh masalah Coretax tuntas pada Januari atau Februari 2026.

“Mulai Januari, keamanan dan infrastruktur harus sudah selesai. Infrastruktur yang kita miliki sangat canggih, tinggal dimaksimalkan pemanfaatannya. Barang-barang yang dibeli itu mahal, tapi belum dimanfaatkan optimal. Namun ke depan, itu akan kami benahi,” jelasnya.

Purbaya menegaskan bahwa ketergantungan pada pihak asing dalam pengelolaan sistem akan diakhiri. “Ke depan, kami akan sepenuhnya mengandalkan kemampuan anak bangsa. Orang Indonesia punya potensi besar, dan kami akan manfaatkan itu secara serius,” tegasnya. (*/ANTARA)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar