Berita Ekonomi

Sektor Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BI Catat Kinerja Usaha Tetap Positif

lihat foto
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) dalam kunjungan ke Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. FOTO: ANTARA/HO-Kementan.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) dalam kunjungan ke Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. FOTO: ANTARA/HO-Kementan.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Bank Indonesia menegaskan sektor pertanian menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi nasional berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menyatakan kinerja dunia usaha pada triwulan I 2026 tetap positif dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 10,11 persen, meski turun tipis dari 10,61 persen pada triwulan sebelumnya.

Mayoritas sektor mencatat pertumbuhan, terutama jasa keuangan, pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan. Peningkatan ini didorong lonjakan permintaan saat Imlek, Nyepi, Ramadhan, dan Idul Fitri, serta musim panen.

Kapasitas produksi terpakai juga naik menjadi 73,33 persen. Kondisi keuangan dunia usaha tetap sehat dengan likuiditas dan akses pembiayaan yang baik.

Memasuki triwulan II 2026, BI memproyeksikan kinerja usaha meningkat dengan SBT 14,80 persen, terutama ditopang sektor pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pertanian kini menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah mendorong peningkatan produksi melalui percepatan tanam, optimalisasi lahan, hingga perbaikan irigasi dan distribusi pupuk.

Kinerja sektor ini semakin kuat. Ekspor pertanian 2025 naik 28,26 persen, sementara impor turun 9,66 persen. Produksi padi dan jagung meningkat, dan cadangan beras pemerintah diperkirakan mencapai 5 juta ton.

Kesejahteraan petani juga membaik dengan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,35, tertinggi dalam 34 tahun. PDB sektor pertanian tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi motor penggerak ekonomi dan penjaga ketahanan pangan nasional. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar