BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menargetkan proyek hilirisasi tahap kedua mampu menghemat devisa 1,25 miliar dolar AS per tahun melalui pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai.
Rosan mengatakan proyek tersebut akan menekan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Pemerintah juga membangun pabrik batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim untuk menggantikan impor LPG yang masih mencapai 80 persen kebutuhan nasional.
Selain sektor energi, pemerintah menjalankan hilirisasi industri melalui pembangunan manufaktur stainless steel, nikel, slab baja karbon, tembaga, emas di Gresik, serta pengolahan bijih besi di Cilegon.
Pemerintah turut mengembangkan produksi aspal Buton di Sulawesi Tenggara guna mengurangi impor aspal.
Di sektor pertanian, pemerintah membangun pabrik pengolahan sawit menjadi oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, Sumatera Utara, serta pabrik hilirisasi kelapa dan pala di Maluku Tengah.
Rosan menyebut nilai investasi proyek strategis nasional di bawah koordinasi Danantara telah mencapai 26 miliar dolar AS.
Sebanyak 13 proyek hilirisasi tahap kedua melanjutkan tahap pertama yang dimulai Februari lalu di 11 lokasi. Pemerintah juga menyiapkan tahap ketiga sehingga total proyek hilirisasi mencapai 30 proyek. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar